Pasang surut kondisi Covid-19 di Indonesia, mau tidak mau telah mempengaruhi proses belajar mengajar, termasuk di perguruan tinggi. Hal yang paling nyata adalah diterapkannya sistem pembelajaran daring. Transformasi sistem pembelajaran daring masih meninggalkan pekerjaan rumah besar, khususnya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi. Dengan mindset lulusan yang siap kerja, kurikulum perguruan tinggi vokasi disusun dengan memprioritaskan praktikum atau praktik dibandingkan komposisi materi teoritis. Kegiatan praktikum tersebut umumnya dilaksanakan di laboratorium, maupun bengkel-bengkel kerja dengan menggunakan sarana prasarana milik perguruan tinggi. Maka dengan sistem daring saat ini, praktis kegiatan praktikum secara normal tidak dapat dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan dan regulasi yang diterapkan. Maka kondisi pahit ini pada umumnya disiasati dengan melakukan praktikum dalam bentuk tugas maupun simulasi. Padahal, aspek terpenting dari kegiatan praktikum itu sendiri adalah aspek psikomotorik, di luar aspek kognitif atau pengetahuan. Praktikum diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan sesuai dengan bidangnya. Maka dengan menggantinya menjadi simulasi aspek keterampilan yang didapatkan oleh mahasiswa secara umum adalah, kemampuan analisis dan keterampilan menggunakan software itu sendiri, yang tetap akan diperlukan, namun pada bidang tertentu, boleh jadi bukan major skill yang diharapkan, mengingat user utama lulusan vokasi adalah industri konvensional seperti pabrik.

Menyikapi kondisi tersebut Prodi STr. Teknologi Rekayasa Otomasi mencoba menghadirkan berbagai opsi dalam penyelenggaraan praktikum, termasuk praktikum berbasis simulasi. Metode praktikum berbasis daring lain yang diujicobakan oleh Prodi adalah “Praktikum Berbasis Proyek”. Pada metode praktikum ini, mahasiswa akan diarahkan untuk membuat sebuah proyek secara seragam dan sesuai dengan kebutuhan capaian pembelajaran lulusan dari mata kuliah praktikum yang dilaksanakan.

Gambar 1. Hasil Praktikum Berbasis Proyek M Ramzy Raihan TRO 19

Pada Semester II Tahun Ajaran 2020/2021, metode ini telah diujicobakan pada Praktikum Pemodelan dan Identifikasi Sistem, Praktikum Dasar Sistem Pengaturan dan Praktikum SCADA. Pada 2 praktikum awal yang disebutkan misalnya, mahasiswa diarahkan untuk membuat sebuah prototipe sistem pengendalian temperatur fluida berbasis Arudino Uno. Dengan 1 proyek tersebut, mahasiswa dapat membuat suatu model baik untuk plant, maupun membuat model untuk sensor, yang keduanya dijadikan pertimbangan dalam mengimplementasikan metode kendali yang sesuai. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibekali dengan modul kerja praktikum dan video tutorial yang dikembangkan oleh prodi, disamping tatap muka online seperti pelaksanaan kuliah pada umumnya. Dihubungi oleh tim media, salah satu dosen pengampu praktikum, Fakhruddin Mangkusasmito menyatakan ada beberapa keunggulan dalam pelaksanaan praktikum berbasis proyek ini, “Yang jelas, mau tidak mau masing-masing mahasiswa harus ngoprek sendiri, pada praktikum yang biasa kita lakukan saat offline di lab. Melanjutkan pernyataannya, keunggulan lain adalah menyoal keterlibatan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), “Praktikum ini stakeholdernya bukan cuma dosen dan mahasiswa saja, PLP juga punya jobdesc untuk menjalankan praktikum, selain dosen yang harus punya skill baru di era pandemi adalah PLP prodi TRO, Mas Rajif Ma’arif dan Mbak Mirna Wahyuningrum”.

Gambar 2. Hasil Praktikum Berbasis Proyek Noval Ardiansyah TRO 19

Dihubungi secara terpisah, salah satu dosen pengampu mata kuliah TRO Bapak Dista Yoel Tadeus S.T, M.T. menyatakan praktikum berbasis proyek ini dapat menjadi solusi pelaksanaan praktikum secara daring ini, “Tentunya kita mengharapkan bisa segera offline saja ya, namun dengan kondisi seperti ini, kita perlu mencari titik optimalnya dengan memeperhatikan semua constraint, ya berbasis proyek ini salah satunya, rekan mahasiswa tetap dapat melatih keterampilannya”.Selain itu, Bapak Dista Yoel Tadeus S.T, M.T. tersebut juga menuturkan salah satu output penting dari pelaksanaan praktikum berbasis proyek ini yaitu konten yang bermanfaat, “Selain laporan tertulis, yaitu hasil percobaan dan analisis, dosen-dosen yang menerapkan metode ini (praktikum berbasis proyek-red), juga mewajibkan rekan mahasiswa melaporkan hasil kerjanya dalam bentuk video yang diupload ke platform youtube melalui akun masing-masing. Saya kira ini penting juga ya, kita mendorong mahasiswa menghasilkan konten-konten sesuai dengan bidangnya, dan ikut juga meramaikan ruang publik dengan manfaat, menjadi content creator di bidang automation engineering”. Kedua dosen juga menyatakan bangga, dan sangat mengapresiasi seluruh mahasiswa Prodi STr. Teknologi Rekayasa Otomasi yang tetap semangat dan berjuang menuntut ilmu, serta tidak larut dalam kondisi sulit yang sedang dihadapi seleuruh elemen bangsa. Hasil praktikum beberapa rekan mahasiswa dapat dilihat selengkapnya pada menu Gallery.