Boyolali – Melalui pengabdian masyarakat di Desa Sranten, KKN Tim II UNDIP mengenalkan tempat sampah otomatis menggunakan sensor ultrasonic berbasis Arduino UNO di SDN 1 Sranten, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali. Sebelumnya tidak ada mata pelajaran dalam tingkat SD yang mengarah ke bidang Teknologi, adapun pembelajaran terkait teknologi belum ada di SD tersebut. 

Inovasi tempat sampah otomatis ini bertujuan untuk menarik minat siswa siswi SD agar membuang sampah pada tempatnya. Di era sekarang ini teknologi sedang naik-naiknya, hampir seluruh aktivitas sehari-hari di bantu oleh mesin atau bisa dibilang hampir rata-rata menggunakan teknologi. Dalam hal ini pendidikan teknologi sangat penting untuk dipelajari bahkan saat usia anak-anak masih dalam tingkat SD. 

Mahasiswa Undip berinisiatif untuk mengajak siswa-siswi SD agar lebih mengenal teknologi dan juga agar lebih antusias dalam menjaga kebersihan sekolah melalui kegiatan ‘Pengenalan Tempat Sampah Otomatis menggunakan sensor Ultrasonic berbasis Arduino’. 

Cara kerja tempat sampah ini yaitu tempat sampah akan terbuka jika terdapat objek atau sampah yan terdeteksi oleh sensor ultrasonic dengan jarak kurang dari 10 cm. tutup tempat sampah akan terbuka dengan posisi motor servo berputar 90o dari posisi sebelumnya. Setelah itu, tutup tempat sampah akan terbuka selama 3 detik. Dan sesudah terbuka, sampah langsung bisa di masukan ke tempat sampah. Setelah tutup tempat sampah terbuka selama 3 detik, tutup sampah akan tertutup kembali. 

Untuk sasaran yang dipilih Mahasiswa Undip untuk pembelajaran teknologi ini hanya di pilih dalam tingkatan kelas 6 SD. Dikarenakan siswa-siswi untuk tingkatan tersebut di anggap lebih kompeten dan lebih antusias dalam hal pembelajaran teknologi. Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya di lakukan pada hari Rabu 2 Agustus 2023 dan hasilnya sesuai dengan rencana yang sudah di tentukan oleh mahasiswa UNDIP. 

Harapan dari KKN TIM II UNDIP 2022/2023 setelah diadakan kegiatan tersebut adalah agar pembelajaran terkait teknologi lebih dioptimalkan dalam tingkatan SD dan diberi waktu tambahan agar siswa-siswi lebih mengenal terkait wawasan dalam bidang Teknologi.